Kamis, 21 April 2011

"Teori-teori Ekonomi Politik"

Telaah Kritis Pemikiran Ekonomi Politik




Judul buku : Teori-teori Ekonomi Politik
Penulis : James A. Caporaso dan David P. Levine
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Oktober 2008
Tebal : xxii + 598 halaman


Istilah Ekonomi Politik yang telah digunakan 300 tahun yang lalu menyatakan bahwa terdapat hubungan di antara ekonomi dan politik dalam suatu negara. Dalam hal ini, James A. Caporaso dan David P. Levine-yang populer disebut Caporaso Levine-melakukan pengkajian beberapa kerangka yang sangat penting untuk memahami hubungan antara ekonomi dan politik, termasuk Ekonomi Klasik, Neoklasik, Marxian, Keynesian, negara-terpusat, daya-terpusat, dan keadilan di tengah-tengahnya. Buku ini menekankan perbedaan pemahaman antara keduanya secara keseluruhan dari kerangka teori dan isu-isu umum.

Dalam buku berjudul Teori-teori Ekonomi Politik ini, didahului oleh sebuah bab yang membahas seputar pengkajian terhadap pendekatan-pendekatan ilmu ekonomi politik. Diawali dengan pendekatan yang disebut sebagai pendekatan klasik, dengan menelaah pemikiran-pemikiran dari berbagai ekonom klasik, terutama Adam Smith dan David Ricardo untuk mengkaji apa-apa inti permasalahan yang dibahas dalam ilmu ekonomi politik klasik.

Pendekatan klasik menyatakan bahwa pasar memiliki kemampuan untuk mengelola dirinya sendiri dalam artian kuat (strong sense) dimana pandangan seperti ini seringkali dijadikan dasar untuk melaksanakan kebijakan pasar bebas, yang tidak kalah pentingnya untuk dikemukakan adalah bahwa para teoritisi klasik ini adalah yang pertama kalinya memandang perekonomian sebagai sebuah sistem yang secara prinsip terpisah dari politik dan rumah tangga.

Argumen yang mereka ajukan untuk konsep pasar yang mengatur dirinya sendiri mengatakan bahwa sistem pasar adalah sebuah realita yang akan tercipta dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia, dimana pasar memiliki hubungan dengan negara tapi pasar bukan organ bawahan dari negara. Ide ini adalah sebuah inovasi dimasa itu yang diajukan oleh ekonomi politik beraliran klasik.

Pandangan teori klasik ini, setelah mapan dan diterima banyak kalangan, membuat istilah ekonomi politik sendiri menjadi kurang jelas maknanya. Pokok pikiran yang diajukan oleh teori klasik adalah bahwa ekonomi tidak bersifat politik atau paling tidak bahwa ekonomi tidak bersifat politik. Bahkan bisa dikatakan bahwa dengan bangkitnya sistem kapitalisme, ekonomi menjadi terdepolitisasi. Karenanya tidak heran bahwa dengan munculnya teori klasik, istilah ekonomi menggeser istilah ekonomi politik.

Hingga kemudian, banyak kalangan meragukan kebenaran dari pandangan klasik ini. Selama 36 tahun terakhir, para ilmuwan sosial mengambil kembali “ekonomi politik” tapi dengan tujuan untuk menekankan bahwa ekonomi selalu bersifat politik. Beberapa teoritisi menggunakan teori Karl Marx untuk mendukung pendapat ini.

Memasuki bab ke tiga buku ini, Caporaso Livine, memberikan eksplorasi bagian tertentu terhadap teori Marx untuk mengkaji lebih mendalam bagaimana pandangan Marx tentang hubungan antara ekonomi dan politik. Penulis memandang bahwa Marx pada dasarnya mengusung proyek eknomi klasik dalam artian bahwa marx memandang perekonomian kapitalis sebagai suatu yang pada dasarnya tidak memiliki sifat politik. Sebaliknya marx justru berusaha untuk menunjukkan bahwa faktor-faktor politik itu disebabkan oleh dinamika dari proses ekonomi kapitalis dan berusaha menjelaskan bagaimana proses itu mewarnai pertarungan-pertarungan politik berskala besar dalam sejarah.

Untuk membuktikan bahwa cara kerja dari perekonomian kapitalis membawa dampak politik, Marx mengajukan kritik terhadap pandangan klasik tentang pasar yang meregulasi dirinya sendiri. Dia melakukan kritik ini bukan dengan tujuan untuk membenarkan konsep kapitalisme yang dikendalikan negara, melainkan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa kapitalisme tidak dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama.

Caporaso Livine menilai cara pandang Marx dalam memandang hubungan antara agenda politik dengan faktor-faktor ekonomi. Marx dipandang tetap berpegang pada pemahaman klasik bahwa ekonomi adalah sebuah bidang tersendiri dalam kehidupan masyarakat yang terpisah dari bidang-bidang lain, hanya saja Marx mengajukan sebuah konsep berbeda dari pemikir-pemikir klasik lain tentang hubungan antara bidang politik dengan bidang ekonomi.

Dalam bab empat diulas seputar pendekatan neo-klasik. Pendekatan ini menguraikan hubungan antara politik dengan ekonomi berdasarkan ide tentang kegagalan pasar, yaitu dimana kegagalan pasar didefinisikan dengan menggunakan konsep pilihan pribadi dan penggunaan sumber daya secara efisien. Bagi para pemikir neo-klasik, “ekonomi” adalah transaksi-transaksi swasta yang dilakukan untuk memaksimalkan kegunaan yang didapatkan individu sementara “politik” adalah penggunaan kewenangan publik untuk mencapai tujuan yang sama juga.

Bab lima dieksplorasi argumen Keynesian dan beberapa implikasinya bagi pergeseran hubungan antara politik dengan ekonomi. Ketika kewenangan publik makin banyak mengambilalih wilayah-wilayah yang sebelumnya dikendalikan oleh pasar bebas, maka cara pemikiran kita terhadap ekonomi mengalami perubahan-perubahan yang mungkin tidak kentara tapi sangat penting. Upaya untuk membenarkan sistem ekonomi kapitalis dilakukan dengan mengkritik asumsi-asumsi dasar dari sistem itu tentang sejauh mana seharusnya pasar dibatasi.

Pada bab-bab terakhir penulis memilih dua cara untuk memahami hubungan antara ilmu politik dan ilmu ekonomi, yaitu yang pertama dengan memfokuskan pada konsep negara dan yang kedua dengan memfokuskan pada konsep keadilan. Ekonomi politik yang beraliran klasik bertolak dari ilmu ekonomi dan analisa terhadap operasi ekonomi. Negara dipandang mempunyai peran untuk memberikan respon. Pendekatan-pendekatan yang berpusat pada negara menggeser keseimbangan antara pasar dengan negara menjadi lebih condong ke negara, dimana nengara dianggap bebas untuk menjalankan agendanya sendiri demi kepentingan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar